Jumat, 15 November 2013

poetry

Aku serupa tepian dan kamu ombak perairan. Buat ombak, tepian hanya sebuah persinggahan. Mungkin kamu seutuhnya milik dia, lautanmu.

Tepian tak pernah bisa beranjak, ia terlalu setia untuk memberontak layaknya ombak. Tepian akan selalu disini, memandangi ombak pergi.

Tepian selalu kehilangan, setiap kali ombak memundurkan langkahnya perlahan kembali ke lautan. Ia terlalu jatuh cinta dengan liarnya ombak.

Published with Blogger-droid v2.0.10

Tidak ada komentar:

Posting Komentar